Tujuan utama dari revitalisasi ini adalah untuk menciptakan proses wudhu lebih higienis bagi setiap jamaah. Sistem drainase di bawah tempat duduk wudhu dirancang dengan kemiringan yang presisi agar air bekas pakai langsung mengalir ke saluran pembuangan tanpa meninggalkan genangan atau cipratan pada kaki jamaah lain. Air yang digunakan pun dipastikan berasal dari sumber yang telah melalui proses filtrasi dan desinfeksi ultraviolet (UV), menjamin bahwa air tersebut bebas dari cemaran mikrobiologi. Dengan kondisi air yang jernih dan lingkungan yang harum, jamaah dapat menjalankan prosesi pembersihan diri dengan lebih khusyuk dan tenang, mengetahui bahwa standar kesehatan lingkungan di masjid tersebut telah dikelola secara profesional sesuai dengan kaidah kesehatan masyarakat kontemporer.
Aspek kemanusiaan juga menjadi poin krusial dengan hadirnya desain yang ramah lansia dan disabilitas. Banyak orang tua yang seringkali kesulitan saat harus berwudhu di tempat konvensional yang mengharuskan mereka berdiri lama atau mengangkat kaki ke wastafel tinggi. Dalam fasilitas terbaru ini, disediakan bangku wudhu yang ergonomis dengan pegangan tangan (handrail) baja nirkarat di sisi-sisinya untuk membantu stabilitas tubuh. Jarak antara kran diatur sedemikian rupa agar memberikan ruang gerak yang luas, serta tersedia jalur landai (ramp) menuju area shalat yang mudah dilalui oleh pengguna kursi roda. Perhatian pada detail inklusivitas ini menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang publik yang peduli terhadap martabat dan keselamatan seluruh kelompok usia.
Pihak manajemen masjid bersama tim teknis kesehatan lingkungan juga memperhatikan pengelolaan air limbah bekas wudhu agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Di beberapa lokasi, air bekas wudhu dialirkan menuju sistem pengolahan air limbah (IPAL) sederhana untuk digunakan kembali sebagai penyiram taman atau pembersih toilet (sistem greywater recycling). Langkah ini merupakan bagian dari kampanye masjid ramah lingkungan yang mengedepankan efisiensi sumber daya air. Masyarakat memberikan respon yang sangat positif atas perubahan ini, di mana tingkat kepuasan jamaah meningkat drastis seiring dengan terjaganya kebersihan area suci. Masjid kini menjadi tempat yang sangat nyaman bagi para lansia untuk menghabiskan waktu beribadah tanpa rasa khawatir akan keselamatan fisik mereka.
