Solusi Genangan! HAKLI Bandung Edukasi Manfaat Lubang Biopori untuk Tanah

Pembuatan lubang biopori di halaman rumah atau area perkantoran berfungsi ganda sebagai sarana resapan air sekaligus tempat pengomposan sampah organik. Lubang yang diisi dengan sisa sayuran atau daun kering akan memancing aktivitas fauna tanah seperti cacing, yang kemudian membentuk pori-pori alami di dalam tanah. Mekanisme ini sangat efektif sebagai solusi genangan karena meningkatkan kapasitas tanah dalam menyerap air hujan secara vertikal, sehingga beban saluran drainase utama di jalan-jalan kota Bandung dapat berkurang secara signifikan selama musim penghujan.

Wilayah perkotaan dengan kepadatan bangunan yang tinggi sering kali menghadapi masalah berkurangnya daerah resapan air, yang berujung pada munculnya genangan saat hujan tiba. HAKLI Bandung gencar memberikan edukasi mengenai teknik drainase ramah lingkungan yang bisa diterapkan di lahan terbatas. Selain mempercepat resapan air ke dalam tanah, kualitas air yang meresap juga perlu diperhatikan agar tidak mencemari sumur warga. Dengan memahami teknik filtrasi karbon aktif, masyarakat diajak untuk mandiri dalam memperbaiki kualitas air di lingkungan rumah mereka, sehingga air yang tersedia tetap sehat dan layak digunakan untuk kebutuhan harian.

Pemanfaatan biopori juga memberikan dampak positif bagi kesehatan manfaat tanah karena meningkatkan kelembapan dan kandungan oksigen di dalam struktur bumi. HAKLI menekankan bahwa tanah yang “bernapas” melalui lubang biopori akan lebih subur dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman perkotaan (urban farming). Program ini merupakan bagian dari gerakan Bandung ramah lingkungan, di mana setiap rumah tangga diharapkan memiliki minimal dua hingga empat lubang biopori sebagai bentuk tanggung jawab terhadap siklus air di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Selain mengatasi masalah air, lubang biopori juga membantu mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan mengolah sampah dapur langsung di dalam tanah, risiko timbulnya bau tidak sedap dan kerumunan lalat di pemukiman dapat ditekan. HAKLI Bandung terus menjalin kolaborasi dengan komunitas kewilayahan untuk melakukan pemasangan biopori massal, sekaligus memberikan pelatihan teknis mengenai pemeliharaan lubang agar tidak tersumbat dan tetap berfungsi optimal sebagai penyerap air hujan yang efektif dan bersih.