Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah yang memiliki karakteristik geologis unik namun juga menyimpan potensi kebencanaan yang tinggi, mulai dari aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga potensi gempa bumi tektonik. Dalam setiap fase tanggap darurat, manajemen pengungsian menjadi aspek yang paling krusial untuk mencegah timbulnya bencana kedua berupa wabah penyakit. Memasuki tahun 2026, HAKLI Yogyakarta telah merumuskan dan mengimplementasikan standar sanitasi shelter bencana yang lebih komprehensif. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap titik pengungsian tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan dasar bagi para penyintas.
Masalah utama yang sering muncul di area pengungsian adalah kepadatan hunian yang tinggi dalam ruang terbatas, yang jika tidak dikelola dengan sanitasi yang baik, akan menjadi inkubator bagi penyakit menular seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit. Tim ahli dari HAKLI Yogyakarta menekankan bahwa penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah cair merupakan dua pilar utama yang tidak boleh diabaikan. Dalam standar operasional yang baru, setiap shelter wajib memiliki rasio jumlah toilet yang memadai terhadap jumlah pengungsi, serta pemisahan tegas antara area pembuangan limbah domestik dengan sumber air permukaan guna menghindari kontaminasi silang bakteri E. coli.
Selain infrastruktur fisik, manajemen sampah padat di dalam shelter juga menjadi perhatian serius. Penumpukan sampah sisa makanan dan kemasan logistik di pengungsian sering kali mengundang vektor penyakit seperti lalat dan tikus. HAKLI Yogyakarta menerapkan sistem zonasi sampah dan jadwal pengangkutan yang ketat. Edukasi kepada para pengungsi mengenai pentingnya menjaga kebersihan area hunian sementara dilakukan melalui pendekatan partisipatif. Di tahun 2026, pendekatan ini telah berkembang dengan penggunaan teknologi penampung sampah kedap bau dan instalasi pengolahan air sederhana yang dapat dipasang secara cepat (rapid deployment) di lokasi bencana.
Keamanan pangan di dapur umum juga masuk dalam lingkup audit sanitasi oleh HAKLI. Proses pengolahan makanan dalam jumlah besar untuk ribuan pengungsi memiliki risiko keracunan massal jika higiene sanitasi penjamah makanan tidak terjaga. Tim HAKLI melakukan pengawasan rutin terhadap suhu penyimpanan bahan makanan dan kebersihan peralatan masak. Mereka memastikan bahwa air yang digunakan untuk memasak telah melalui proses desinfeksi yang memadai. Bagi HAKLI Yogyakarta, perlindungan terhadap kesehatan pengungsi adalah bentuk penghormatan terhadap martabat kemanusiaan di tengah situasi krisis yang sulit.
