Ekologis sungai yang sehat dicirikan oleh aliran air yang jernih, bebas dari sumbatan sampah, serta mampu menopang kehidupan biota air di dalamnya. Penumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga di aliran sungai sering kali merusak pemandangan serta memicu luapan air saat hujan deras tiba. Pemulihan fungsi ekologis sungai di Bandung membutuhkan kesadaran dan keterlibatan langsung seluruh lapisan masyarakat.
Sampah mikroplastik yang terurai di air dapat termakan oleh ikan dan akhirnya masuk ke dalam rantai makanan manusia, yang berisiko mengganggu kesehatan organ dalam. Selain itu, tumpukan sampah yang membusuk di sungai menjadi sarang nyamuk dan sumber bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga bantaran. Reboisasi vegetasi di tepi sungai sangat penting untuk menguatkan tebing dari erosi.
Aksi nyata penyelamatan aliran air ini dilaksanakan lewat aksi gotong royong warga membersihkan sampah plastik bantaran sungai yang digelar secara berkala di kawasan Bandung Raya. Semangat kebersamaan terbukti mampu mengembalikan kebersihan alur sungai.
HAKLI Bandung terus mengedukasi warga agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah akhir. Penataan kawasan bantaran menjadi taman hijau publik terbukti efektif mengubah perilaku warga untuk lebih peduli pada kebersihan sungai. Aliran sungai yang bersih meningkatkan estetika dan kualitas lingkungan kota.
Kerja sama antara komunitas pecinta sungai, pemerintah daerah, dan akademisi sangat diperlukan untuk mengawasi kualitas air sungai secara berkelanjutan. Sungai yang bersih adalah cerminan peradaban kota yang maju dan berbudaya lingkungan. Mari kita kembalikan fungsi sungai sebagai urat nadi kehidupan.
Dapat disimpulkan bahwa menjaga fungsi ekologis sungai adalah tanggung jawab bersama seluruh warga. Mari hentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran air dan tingkatkan aksi gotong royong demi sungai Bandung yang bersih dan asri.
