Kenapa Harus Ada Jutaan Jenis Serangga? Nilai Penting Keanekaragaman Hayati

Seringkali, kehadiran serangga dianggap mengganggu, tetapi faktanya, serangga adalah kelompok organisme yang paling beragam dan melimpah di planet ini. Diperkirakan terdapat Jutaan Jenis Serangga yang telah teridentifikasi, dan jumlah yang belum ditemukan mungkin jauh lebih besar. Keanekaragaman hayati yang masif ini, yang mencakup jutaan spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme lainnya, adalah aset tak ternilai bagi Bumi. Nilai penting keanekaragaman hayati tidak hanya terletak pada estetika, tetapi pada fungsi ekologis esensial yang membuat sistem kehidupan kita tetap berjalan.

Alasan utama mengapa Jutaan Jenis Serangga harus ada adalah karena peran mereka sebagai penyedia jasa ekosistem. Peran ini sangat beragam dan tidak dapat digantikan oleh teknologi buatan manusia. Salah satu peran paling krusial adalah penyerbukan. Sekitar sepertiga dari makanan yang kita konsumsi secara global bergantung pada penyerbukan oleh serangga, seperti lebah, kupu-kupu, dan kumbang. Tanpa mereka, produksi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian akan terhenti.

Selain penyerbukan, Jutaan Jenis Serangga juga berperan sebagai dekomposer dan pengurai. Serangga seperti kumbang kotoran dan rayap membantu memecah materi organik mati (daun, kayu, bangkai) dan mengembalikannya ke tanah dalam bentuk nutrisi yang dapat diserap kembali oleh tumbuhan. Proses ini membersihkan lingkungan dan menjaga kesuburan tanah.

Dari sisi rantai makanan, serangga adalah fondasi bagi banyak spesies lain. Mereka adalah sumber makanan utama bagi burung, amfibi, reptil, dan bahkan mamalia kecil. Hilangnya serangga secara masif akan menyebabkan populasi predator mereka runtuh, memicu efek domino di seluruh jaring-jaring kehidupan.

Ancaman terhadap keanekaragaman hayati kini sangat serius. Laporan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Nasional (LIPNAS) pada hari Selasa, 4 Juni 2024, menunjukkan penurunan signifikan populasi beberapa spesies kunci serangga akibat penggunaan pestisida dan hilangnya habitat. Penurunan ini tidak hanya merugikan serangga, tetapi juga mengancam ketahanan pangan.

Dalam upaya menjaga keanekaragaman ini, edukasi dan penegakan hukum sangat penting. Pemerintah Daerah bekerja sama dengan Polsek setempat untuk memastikan perlindungan habitat alami. Pada hari Minggu, 17 November 2024, Bhabinkamtibmas Polsek kawasan hutan, Brigadir Dua (Bripda) Siti Nurhaliza, berpartisipasi dalam patroli konservasi, menargetkan pencegahan perusakan kawasan hutan lindung, yang merupakan rumah bagi Jutaan Jenis Serangga dan satwa lainnya.

Nilai sejati dari keberadaan Jutaan Jenis Serangga dan keanekaragaman hayati lainnya terletak pada ketahanan sistem (resilience). Semakin beragam suatu ekosistem, semakin baik kemampuannya untuk pulih dari bencana, wabah, atau perubahan iklim.