Musim penghujan di wilayah Bandung sering kali membawa tantangan klasik berupa genangan air dan risiko banjir di berbagai titik kota. Dalam upaya mitigasi yang proaktif, HAKLI Bandung mengeluarkan himbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai krusialnya pemeliharaan infrastruktur pengendalian air, khususnya sumur resapan. Saat intensitas hujan meningkat, fungsi sumur resapan menjadi garda terdepan untuk mencegah limpasan air permukaan yang berlebihan, sekaligus menjaga ketersediaan air tanah yang berkelanjutan di cekungan Bandung yang kian padat.
HAKLI Bandung menekankan bahwa sumur resapan bukan sekadar lubang di tanah, melainkan sistem rekayasa lingkungan yang memerlukan perawatan berkala. Banyak sumur resapan yang dibangun warga atau pemerintah kota mengalami penurunan fungsi akibat tumpukan sedimen, sampah, atau dedaunan yang menutupi lubang infiltrasi. Jika tidak dibersihkan menjelang atau selama musim hujan, sumur tersebut akan mengalami pendangkalan. Himbauan dari HAKLI ini bertujuan agar pemilik rumah atau pengelola lingkungan segera melakukan pembersihan rutin guna memastikan air hujan dapat meresap ke dalam akuifer dengan optimal, bukannya mengalir bebas ke jalanan hingga menyebabkan banjir.
Dalam panduan teknis yang disosialisasikan oleh HAKLI Bandung, pemeliharaan sumur resapan sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah oleh setiap warga. Pertama, adalah memastikan bahwa area di sekitar lubang masuk air bersih dari sampah. Kedua, melakukan pengerukan sedimen atau lumpur di dalam bak kontrol secara berkala, minimal dua kali dalam setahun atau sebelum puncak musim hujan. Langkah sederhana ini akan memperpanjang umur pakai sumur resapan hingga bertahun-tahun. HAKLI mengajak masyarakat untuk melihat ini sebagai tanggung jawab kolektif: satu sumur resapan yang terawat dengan baik akan berkontribusi signifikan dalam mengurangi debit air di saluran drainase kota.
Lebih dari sekadar mencegah banjir, HAKLI Bandung juga mengingatkan manfaat jangka panjang dari sumur resapan bagi ketersediaan air bersih warga. Bandung merupakan daerah yang sangat bergantung pada air tanah. Dengan meresapkan air hujan kembali ke dalam bumi melalui sumur resapan, kita secara tidak langsung sedang “menabung” air untuk masa depan. HAKLI menekankan bahwa saat kita membiarkan air hujan mengalir begitu saja ke sungai (run-off), kita membuang sumber daya yang sangat berharga. Sumur resapan adalah cara cerdas untuk menjaga keseimbangan hidro-geologis di kawasan perkotaan yang sudah tertutup beton dan aspal.
