Kota Bandung sebagai kota kreatif dan pusat gaya hidup modern kini mulai menghadapi isu pencemaran lingkungan domestik yang bersumber dari limbah rumah tangga. Banyaknya penggunaan pembersih sintetis, pewangi kimia, hingga pestisida rumah tangga tanpa disadari telah menumpuk residu beracun di lingkungan pemukiman. Menanggapi fenomena ini, HAKLI Bandung mengampanyekan gerakan green lifestyle atau gaya hidup hijau. Fokus utamanya adalah mengajak masyarakat kembali ke cara-cara alami dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya di dalam rumah guna menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman bagi kesehatan jangka panjang keluarga dan ekosistem perkotaan.
Penerapan green lifestyle dimulai dari hal-hal kecil di area dapur dan kamar mandi, yang biasanya menjadi sumber utama limbah kimia cair. HAKLI Bandung memberikan tips praktis mengenai penggunaan bahan-bahan dapur sebagai pengganti produk pembersih pabrikan. Misalnya, penggunaan cuka putih dan baking soda terbukti sangat efektif untuk membersihkan kerak air, menghilangkan bau tak sedap, hingga mencuci peralatan masak tanpa meninggalkan residu kimia yang sulit terurai. Dengan mengganti cairan pembersih lantai yang keras dengan aroma terapi alami atau minyak esensial, kualitas udara di dalam ruangan (indoor air quality) akan meningkat, sehingga risiko gangguan pernapasan dan alergi pada anak-anak dapat diminimalisir.
Selain pembersih, aspek green lifestyle yang ditekankan oleh HAKLI Bandung adalah meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke wadah yang lebih tahan lama. Limbah plastik yang mengandung zat aditif seperti BPA jika digunakan terus-menerus untuk menyimpan makanan panas dapat berdampak buruk bagi kesehatan hormonal. Masyarakat didorong untuk membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum pakai ulang, dan memilih produk dengan kemasan yang minimalis. Pendidikan mengenai bahaya mikroplastik yang berasal dari produk perawatan diri (seperti microbeads pada sabun wajah) juga menjadi bagian dari kampanye ini agar masyarakat lebih selektif dalam memilih produk konsumsi sehari-hari.
HAKLI Bandung juga mengajak warga untuk menerapkan green lifestyle melalui praktik berkebun organik di lahan sempit atau urban farming. Alih-alih menggunakan pembasmi serangga kimia yang berisiko mencemari tanah dan air tanah, warga diajarkan membuat pestisida nabati dari daun mimba atau bawang putih. Hal ini tidak hanya menjaga keamanan lingkungan rumah, tetapi juga menghasilkan asupan pangan yang lebih sehat bagi keluarga. Kehadiran tanaman di sekitar rumah juga membantu menyerap polutan udara dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk di tengah padatnya pemukiman Kota Bandung. Gaya hidup ini menciptakan siklus kehidupan yang lebih selaras dengan alam.
