Kota Bandung dikenal sebagai pusat kreativitas, namun tantangan dalam menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan perkotaan tetap menjadi agenda yang menuntut perhatian serius. HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) cabang Bandung menjawab tantangan ini dengan membentuk wadah aspirasi yang disebut Forum Warga Hijau. Wadah ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat berkumpul, melainkan sebagai pusat diskusi strategis yang mempertemukan para ahli kesehatan lingkungan dengan masyarakat luas untuk mencari solusi konkret terhadap permasalahan sanitasi yang ada di tingkat RT dan RW.
Dalam setiap pertemuan, forum ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan keresahan terkait pengelolaan sampah, akses air bersih, serta drainase yang tersumbat di lingkungan tempat tinggal mereka. Para ahli dari HAKLI Bandung hadir untuk memberikan penjelasan ilmiah mengenai dampak buruk dari praktik sanitasi yang salah, sekaligus menawarkan solusi praktis yang bisa langsung diterapkan oleh warga. Misalnya, diskusi sering kali berfokus pada pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah, yang menjadi langkah awal krusial untuk mencegah penumpukan limbah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara).
Tujuan utama dari forum ini adalah menciptakan kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang sehat tidak bisa diwujudkan hanya melalui kebijakan pemerintah, melainkan harus dimulai dari kemauan setiap individu di rumah masing-masing. Di Bandung, tantangan utama sering kali berupa perilaku membuang sampah ke sungai atau lahan kosong. Dalam forum ini, masyarakat tidak hanya diberikan teguran, tetapi diajak berdialog mengenai kendala yang mereka hadapi. Jika warga mengaku kurangnya fasilitas pengangkutan sampah, maka tim HAKLI akan membantu memfasilitasi komunikasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi logistik yang lebih baik.
Selain sebagai media konsultasi, forum ini juga menjadi ajang edukasi mengenai kesehatan lingkungan yang bersifat aplikatif. Topik-topik yang dibahas mencakup pengelolaan limbah B3 rumah tangga, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, serta teknik pemanfaatan kembali limbah menjadi barang bernilai. Dengan pendekatan yang inklusif dan ramah warga, masyarakat Bandung yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial merasa lebih berdaya untuk menjadi bagian dari solusi. Mereka kini lebih percaya diri dalam melakukan tindakan preventif, seperti menjaga kebersihan saluran air depan rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk.
