Fenomena perubahan iklim global telah memberikan dampak nyata terhadap pola cuaca di wilayah Bandung Raya, yang kini sering mengalami anomali suhu dan intensitas hujan yang tidak menentu. Pergeseran musim ini membawa konsekuensi serius bagi stabilitas kesehatan masyarakat, terutama terkait munculnya berbagai penyakit yang sensitif terhadap iklim. HAKLI Bandung menyadari bahwa hubungan antara climate change & health bukan lagi sekadar isu teoritis, melainkan ancaman harian yang meningkatkan risiko wabah. Melalui strategi HAKLI Bandung hadapi penyakit musiman, dilakukan upaya mitigasi berbasis lingkungan untuk memperkuat ketahanan warga terhadap lonjakan kasus penyakit seperti demam berdarah, leptospirosis, dan infeksi saluran pernapasan yang dipicu oleh perubahan kondisi atmosfer.
Strategi awal dalam menghadapi dampak climate change & health adalah dengan melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangbiakan vektor penyakit saat musim hujan yang berkepanjangan. Suhu udara Bandung yang cenderung lebih hangat akibat pemanasan global memperpendek siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, sehingga populasi vektor meningkat lebih cepat. Strategi HAKLI Bandung hadapi penyakit musiman melibatkan gerakan “Satu Rumah Satu Jumantik” yang diintegrasikan dengan teknologi informasi untuk pemantauan jentik secara real-time. Dengan data cuaca yang akurat, sanitarian dapat memprediksi titik puncak serangan wabah dan melakukan intervensi lingkungan lebih awal, seperti pemberantasan sarang nyamuk secara masif di wilayah-wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.
Selain penyakit tular vektor, keterkaitan climate change & health juga terlihat pada risiko penyakit bawaan air (water-borne diseases) akibat cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas sangat tinggi sering menyebabkan banjir di beberapa titik di Bandung, yang kemudian mencemari sumber air bersih warga dengan bakteri patogen. Strategi HAKLI Bandung hadapi penyakit musiman mencakup edukasi teknis mengenai perbaikan konstruksi sumur agar tahan terhadap luapan air banjir dan distribusi paket pemurni air cepat saat kondisi darurat. Sanitarian juga memberikan bimbingan mengenai higiene sanitasi pangan di tingkat rumah tangga, karena fluktuasi suhu yang ekstrem dapat mempercepat pembusukan makanan dan kontaminasi bakteri, yang berujung pada peningkatan kasus diare musiman.
