Aksi Nyata Hijau: Project Profil Pelajar Pancasila dalam Melakukan Reboisasi dan Konservasi Sumber Daya Alam

Kurikulum Merdeka menekankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila, di mana dimensi “Bergotong Royong” dan “Berkebinekaan Global” diwujudkan melalui Aksi Nyata Hijau. Aksi Nyata Hijau ini bukan sekadar kegiatan teoretis, melainkan implementasi langsung dari nilai-nilai lingkungan, khususnya melalui proyek reboisasi dan konservasi sumber daya alam. Dengan melibatkan diri dalam Aksi Nyata Hijau, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) belajar Membentuk Disiplin lingkungan dan tanggung jawab sosial secara berkelompok. Program ini bertujuan menciptakan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tugas bersama yang harus dilakukan secara kolektif.

Proyek reboisasi ini diawali dengan kerja sama lintas sektor. Guru Koordinator Proyek P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) menjalin kemitraan dengan Petugas Dinas Kehutanan setempat untuk mendapatkan bibit pohon endemik yang sesuai dengan kondisi geografi lokal. Siswa Kelas VII ditugaskan untuk merawat bibit tersebut di nursery sekolah selama minimal satu bulan sebelum penanaman. Fase perawatan ini adalah bagian dari edukasi Air Bersih dan Berkelanjutan, di mana siswa belajar teknik penyiraman yang efisien.

Kegiatan puncak reboisasi, yang sering disebut “Hari Menanam Bersama”, biasanya dilaksanakan pada Hari Sabtu pertama bulan Januari, yang merupakan puncak musim hujan. Seluruh siswa SMP, didampingi oleh guru dan Petugas Babinsa (Bintara Pembina Desa) setempat, melakukan penanaman massal di area lahan kritis atau bantaran sungai yang telah ditentukan. Setiap kelompok siswa bertanggung jawab atas minimal lima pohon dan mencatat koordinat penanaman menggunakan aplikasi geolokasi sederhana sebagai bagian dari Literasi Kritis teknologi.

Aspek konservasi sumber daya alam diwujudkan melalui program “Adopsi Sungai Bersih”. Kelompok siswa Kelas VIII ditugaskan untuk memantau kebersihan segmen sungai terdekat dan melaporkan indikasi pencemaran kepada Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Selain itu, mereka melakukan kampanye Gerakan Diet Plastik di lingkungan sekitar sungai untuk Mencegah Cedera Dini pada ekosistem air. Melalui Aksi Nyata Hijau ini, siswa tidak hanya menanam pohon, tetapi menanamkan harapan dan tanggung jawab terhadap lingkungan, menjadikan konservasi sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas Pelajar Pancasila.